SEPUTAR REDAKSI

Cinema Poetica siap mewadahi kawan-kawan yang ingin berbagi gagasan tentang sinema. Ada dua cara untuk mengirim tulisan ke Cinema Poetica. Pertama, melalui formulir yang terlampir pada laman ini. Kedua, lewat kotak surat maya kami, yakni admin@cinemapoetica.com.

Apabila Anda mengirim via email, tolong kirim naskah tulisan Anda dalam format doc, docx, atau rtf. Apabila dirasa perlu, Anda juga bisa mengirimkan foto atau gambar pendukung tulisan (dengan lebar minimal 1600 pixel). Apabila tak ada lampiran foto atau gambar pendukung, redaksi siap mencarikan sesuai dengan isi tulisan.

Tolong sertakan juga foto terbaik Anda (berukuran 500×500 pixel), profil singkat Anda (maksimal 200 kata), serta kontak media sosial Anda (kalau ada). Foto dan profil ini untuk melengkapi profil penulis pada akhir setiap tulisan.

SIAPA SAJA YANG BOLEH MENULIS UNTUK CINEMA POETICA?

Cinema Poetica terbuka bagi siapapun yang punya ide dan niat menulis, juga siapapun yang punya karya tulis tentang film yang ingin dibagikan ke khalayak ramai. Sejauh ini, kami pernah menerbitkan tulisan dari penonton awam, mahasiswa, pegiat film, pekerja film, aktivis, akademisi, musisi, pekerja desain grafis, hingga sastrawan. Sederhananya, semua orang boleh mengirim tulisan dan punya kesempatan untuk terbit di cinemapoetica.com.

Cinema Poetica menerbitkan naskah kritik dan kajian film yang berdasar dan berargumen, dengan tata bahasa yang apik dan komunikatif. Setiap tulisan yang masuk akan didiskusikan dan disunting oleh redaksi Cinema Poetica. Hasil suntingan lalu kami kirim kembali ke penulis, beserta saran revisi kalau diperlukan. Apabila penulis setuju dengan suntingan dan saran revisi yang diajukan, redaksi Cinema Poetica segera menerbitkan tulisan tersebut pada rubrik yang sesuai.

TULISAN MACAM APA YANG DITERIMA CINEMA POETICA?

Cinema Poetica memiliki dua edisi terbitan: Indonesia dan internasional. Masing-masing edisi memiliki pembagian rubriknya tersendiri, yang detailnya dapat Anda simak pada laman ini.

APA TIMBAL BALIK YANG CINEMA POETICA BERIKAN PADA PENULIS KONTRIBUTOR?

Kami paham waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah tulisan yang ciamik. Tapi, sejauh ini, Cinema Poetica belum bisa membayar tulisan para kontributor, baru mampu menanggung dana operasional sehari-hari. Nyatanya, setiap tulisan yang diterbitkan di Cinema Poetica belum ada satu pun yang terbayarkan secara finansial, termasuk tulisan para anggota redaksi. Timbal balik paling konkrit yang bisa kami berikan saat ini adalah promosi seluas-luasnya tulisan serta nama para kontributor pada khalayak umum, juga pada jaringan kerja Cinema Poetica.

Terbitan pada Cinema Poetica edisi Indonesia terbagi dalam empat rubrik: Karya, Karsa, Persona, dan Loka. Masing-masing rubrik mewadahi topik-topik bahasan tertentu. Rata-rata panjang tulisan yang terbit di Cinema Poetica edisi Indonesia adalah 600-2000 kata. Bisa lebih, apabila dibutuhkan.

KARYA membahas segala yang tampak di layer dan yang terdengar di ruang tayang. Sederhananya: membahas film. Pembahasan dalam rubrik ini mempertimbangkan antara capaian film dengan pengalaman menonton. Ketuntasan dalam memahami film, serta kejelian membaca zaman, adalah keutamaan rubrik ini.

Tulisan-tulisan yang diwadahi dalam rubrik ini:

  • Resensi. Bahasan atau kajian sebuah karya film terkini—meliputi film panjang, pendek, fiksi, dokumenter, dan eksperimental. Ulasan yang diharapkan bukan ulasan yang sekadar mengomentari bagus tidaknya suatu film, apalagi sekadar mengukur kadar hiburannya.
  • Retrospeksi. Kilas balik akan satu atau sejumlah karya film yang sudah lampau, produksi Indonesia maupun negara lainnya, dari perspektif sekarang—baik sebagai bagian dari filmografi pembuat film, maupun sebagai penanda zaman atau suatu periode sejarah.

KARSA membahas pola serta kekhasan dari kumpulan film, baik itu yang terkait dengan gaya, cerita, isu, maupun pelaku di belakang filmnya. Sederhananya: membahas dunia ide yang terejawantahkan di layar. Pembahasan dalam rubrik ini adalah pembacaan terhadap kemungkinan-kemungkinan serta hal-hal ilmiah seputar film. Oleh karena itu, ketepatan argumentasi, serta basis teori yang kuat, diperlukan betul dalam rubrik ini.

Tulisan-tulisan yang diwadahi dalam rubrik ini:

  • Sketsa. Opini atau renungan pribadi tentang perkembangan sinema Indonesia dan dunia, meliputi karya, pelaku, peristiwa, dan teknologi perfilman.
  • Esai. Kajian ilmiah tentang perkembangan sinema Indonesia dan dunia, meliputi karya, pelaku, peristiwa, isu, fenomena, dan teknologi perfilman.
  • Wacana. Pengantar untuk rekomendasi materi bacaan dan tontonan ke publik tentang satu topik tertentu. Bacaan yang dimaksud luas kemungkinannya: bisa buku, bisa makalah, bisa artikel dari koran atau majalah, apapun.

PERSONA mengangkat pengalaman insan perfilman, termasuk penonton, sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang. Rubrik ini mewadahi gagasan dan pendapat personal dalam membahas suatu topik.

Tulisan-tulisan yang diwadahi dalam rubrik ini:

  • Fulan. Pengantar untuk rekomendasi tontonan. Bisa berdasarkan selera pribadi, bisa juga terkait suatu tema atau topik tertentu. Jumlah film yang diajukan bebas. Penulis tidak perlu menyediakan materi film.
  • Wawancara. Dokumentasi gagasan seorang individu, atau percakapan kelompok, tentang film atau perfilman Indonesia.

LOKA mengangkat berbagai peristiwa dan seluk beluk ekosistem perfilman. Bagaimana pun juga, insan perfilman tidak pernah lepas dari ruang sosial dan material mereka. Rubrik ini membahas ruang tempat berlangsungnya aktivitas perfilman, dengan pemahaman bahwa ruang tersebut memiliki pengaruh terhadap pribadi serta wacana di dalamnya.

Tulisan-tulisan yang diwadahi dalam rubrik ini:

  • Reportase. Laporan mengenai peristiwa perfilman, seperti: festival, pemutaran film, pameran, seminar, maupun acara diskusi, yang dihelat berdasarkan kerangka program tertentu.
  • Tinjauan. Kajian terhadap suatu ekosistem perfilman, yang ditopang oleh data-data penunjang, serta argumen yang tajam.

Cinema Poetica edisi internasional mengelola terbitan bahasa Inggris dari cinemapoetica.com. Edisi ini ditujukan untuk pembaca internasional, berfokus pada kajian dan laporan mendalam tentang tumbuh-kembang budaya sinema di Indonesia, juga kaitannya dengan perkembangan sinema dunia. Terbitan pada edisi internasional merupakan hasil penerjemahan naskah-naskah pilihan dari terbitan bahasa Indonesia di cinemapoetica.com, juga hasil kontribusi dan akuisisi beragam naskah tentang sinema Indonesia, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun Inggris dan bahasa-bahasa lainnya—selama bisa diterjemahkan.

Cinema Poetica edisi internasional menerbitkan naskah yang membahas, tapi tidak terbatas pada, topik-topik berikut:

  • Peristiwa, isu, atau fenomena perfilman di Indonesia—minimal berskala nasional
  • Peristiwa, isu, atau fenomena perfilman berskala lokal, yang unik dalam peta budaya sinema dunia
  • Perspektif atau sikap publik Indonesia terhadap karya film atau isu perfilman global
  • Terobosan dalam praktik dan produk pelaku perfilman di Indonesia, baik dalam segi estetika maupun teknologi
  • Dampak terobosan dan perkembangan sinema dunia terhadap budaya film di Indonesia.
  • Film atau tokoh perfilman Indonesia, klasik maupun kontemporer, yang punya kiprah atau reputasi internasional
  • Film atau tokoh perfilman Indonesia, klasik maupun kontemporer, yang layak mendapat perhatian internasional

Terbitan dalam edisi internasional terbagi dalam empat kategori:

  • Focus. Kajian mendalam tentang perkembangan budaya sinema di Indonesia, meliputi karya, pelaku individu atau kelompok, peristiwa, isu, fenomena, dan teknologi.
  • Wide Angle. Liputan mendetail tentang perkembangan budaya sinema di Indonesia, meliputi karya, pelaku individu atau kelompok, peristiwa, isu, fenomena, dan teknologi.
  • Perspectives. Opini atau renungan pribadi tentang perkembangan budaya sinema di Indonesia, meliputi karya, pelaku individu atau kelompok, peristiwa, isu, fenomena, dan teknologi.
  • Review. Bahasan atau kajian sebuah karya film Indonesia, meliputi film panjang, pendek, fiksi, dokumenter, dan eksperimental. Analisa yang diharapkan tidak saja mencakup konten film, tapi juga konsep dan konteks karyanya.

Kontribusi Tulisan

 

Verifikasi